xbetcNBul4WQTiAXe5Wj0youglaF4UAQjBlvC4sS
Bookmark

Yajuj Majuj: Pengertian, Sosok, Ciri, Populasi, dan Lokasi

Yajuj Majuj: Pengertian, Sosok, Ciri, Populasi, dan Lokasi

Tahukah Anda bahwa Yajuj Majuj bukanlah makhluk mitos, melainkan memiliki bentuk yang menyerupai manusia? Dalam Islam, Yajuj Majuj disebutkan sebagai salah satu tanda akhir zaman atau tanda kiamat. Terdapat banyak keterangan yang bertebaran tentang hal ini, salah satunya terkait sosok Yajuj Majuj.

Pada kesempatan ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang Yajuj Majuj, mulai dari pengertian hingga ciri-cirinya. Jadi, simak artikel ini sampai selesai.

Pengertian Yajuj dan Majuj

Yajuj dan Majuj adalah istilah yang merujuk kepada kelompok keturunan Nabi Adam AS yang dianggap sebagai tanda kedatangan hari kiamat. Mereka sering dianggap sebagai kelompok yang suka membuat kerusakan di bumi. Kedatangan mereka hanya dapat dihalangi oleh Allah SWT.

Dalam suatu riwayat, disebutkan bahwa Yajuj dan Majuj adalah keturunan Yafits, putra Nuh, yang tidak tinggal di alam ghaib seperti malaikat dan jin. Dalam Al-Quran, tidak ada deskripsi yang jelas mengenai sosok Yajuj dan Majuj. Beberapa ahli tafsir menggambarkannya sebagai simbol perilaku buruk manusia. Meski begitu, kedatangan Yajuj dan Majuj dipastikan karena telah dijelaskan dalam Al-Quran.

Etimologi Ya'juj dan Ma'juj berasal dari bahasa Arab. Ya'juj berasal dari kata "ujaaj" yang berarti mengering dan mengeras, atau dari "al ajj" yang berarti datangnya musuh dengan cepat. Sedangkan Ma'juj berasal dari kata "maaja" yang berarti goncangan atau kekacauan.

Menurut Abu Hatim, Ma'juj berasal dari "maaja," yang berarti kekacauan, atau dari "mu'juj," yang berarti malaja. Namun, menurut pendapat yang lebih sahih, Ya'juj dan Ma'juj bukanlah isim musytaq, melainkan ismi 'Azam serta Laqab (julukan). Setiap akar kata ini sesuai dengan sifat-sifat kelompok Ya'juj dan Ma'juj.

Menurut ulama, Ya'juj dan Ma'juj bermakna mengeras secara alami dan mereka tiba dengan cepat, menciptakan keadaan goncang yang tidak bisa ditangani oleh siapapun, sehingga banyak orang harus melarikan diri dari mereka.

Mereka dikenal sebagai sosok yang keras, kasar, pembunuh, sombong, biadab, perampok, gigih dalam perang, senang merusak, melakukan pemerkosaan, dan tidak menyukai orang selain dari bangsa mereka sendiri.

Kesombongan ini digambarkan dalam sebuah hadits Nabi Muhammad, ketika mereka membunuh seluruh penduduk bumi, mereka melemparkan anak panah dan tombak ke atas awan, merasa berhasil membunuh penduduk langit (para malaikat), karena anak panah dan tombak mereka kembali berlumuran darah.

Sosok Yajuj Majuj dalam Al-Qur’an dan Hadist

Menurut Tafsir Al-Maraghi Juz XVI oleh Ahmad Mustafa al-Maraghi, secara fisik, kaum Yajuj Majuj berasal dari ras Turki dan Mongol. Ciri-cirinya dijelaskan dalam hadist Rasulullah sebagai berikut:

Al-Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Harmalah bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya kalian mengira tidak ada musuh, namun kalian akan senantiasa berperang melawan musuh, hingga akhirnya Yakjuj dan Makjuj muncul; mereka memiliki wajah lebar, mata sipit, dan rambut pirang. Mereka akan muncul dari setiap arah, wajah mereka seperti tameng-tameng yang dilapisi kulit." (HR. Ahmad 5: 271).

Tempat asal tinggal mereka berada di bagian utara benua Asia, terutama di negara Mongolia bagian timur Turkistan. Mereka menetap di wilayah tersebut dan tidak dapat meninggalkannya karena terdapat dinding Dzulqarnain yang kuat, yang telah berdiri bertahun-tahun lamanya.

Mengenai dinding Dzulqarnain, pada zaman Nabi, dinding tersebut telah terbuka.

Rasulullah SAW juga bersabda, "Hari ini, dinding Ya'juj dan Ma'juj telah terbuka seperti ini," sambil melingkarkan ibu jari dengan jari telunjuk. Dinding tersebut akan terus bertambah terbuka, hingga akhirnya lenyap dan hancur pada hari kiamat.

Ciri-Ciri Ya’juj dan Ma’juj

Ciri-Ciri Ya’juj dan Ma’juj

Dalam ajaran Islam, Ya’juj dan Ma’juj adalah keturunan Nabi Adam AS yang memiliki sifat yang jahat, serakah, suka menghasut, kejam, serta licik, menurut buku Fitnah Dajjal & Ya’juj dan Ma’juj yang Mengungkap Misteri Kemunculan Dajjal dan Ya’juj Ma’juj karya Lilik Agus Saputro.

Ya’juj dan Ma’juj hampir mirip dengan manusia saat ini, namun, perbedaannya terletak pada sifat buruk yang mereka miliki. Bahkan, dalam hadits Rasulullah SAW disebutkan bahwa mereka termasuk ke dalam pasukan penghuni neraka.

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Allah SWT berfirman kepada Nabi Adam, 'Keluarkanlah para pasukan penghuni neraka.' Maka Nabi Adam bertanya, 'Apakah itu pasukan penghuni neraka?' Allah SWT menjawab, 'Mereka yang berasal dari setiap seribu orang, sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang.' Kemudian kepada para sahabat, Rasulullah SAW bertanya, 'Siapa yang satu ini, wahai Rasulullah?' Rasulullah SAW menjawab, 'Bergembiralah kamu, sesungguhnya penghuni neraka itu dari kalian satu serta dari Ya’juj dan Ma’juj seribu,'” (HR Bukhari).

Kehadiran Ya’juj dan Ma’juj akan menciptakan kekacauan dan kerusakan sesuai takdir yang telah ditetapkan bagi mereka. Mereka dikenal karena tidak memiliki waktu untuk beribadah, menghabiskan banyak waktu untuk mengumpulkan kekayaan, merusak sumber daya alam, tidak pandai bersosialisasi, dan tidak mahir dalam ilmu pengetahuan.

Saat menyusuri danau, airnya akan habis diminum. Saat bertemu manusia, ia membunuhnya. Tidak pernah puas dalam hal apapun," demikian bunyi kutipan dari buku Fitnah Dajjal & Ya’juj dan Ma’juj yang Mengungkap Misteri Kemunculan Dajjal dan Ya’juj Ma’juj.

Imam Ahmad, seorang ahli tafsir, memberikan gambaran tentang kemunculan Ya’juj dan Ma’juj sebagai pertanda hari kiamat. Mereka akan turun dari gunung seperti air bah yang deras.

Menurut riwayat dari Muhammad bin Basyar, dari Ibnu Harmalah, dari ibunya, Rasulullah SAW pernah mengkhotbahkan karakteristik kaum Ya’juj dan Ma’juj. Beliau bersabda, “Kalian mengatakan tidak memiliki musuh. Namun, kalian akan berperang sampai akhirnya Ya’juj dan Ma’juj yang bermuka lebar, bermata sipit, bersosok (atau berkulit kuning), akan turun dari setiap perbukitan. Wajah mereka seakan rata seperti permukaan palu,” (HR Imam Ahmad).

1. Genealogi

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa mereka adalah keturunan Adam dan Nuh, serta dari anak keturunan Yafits, nenek moyang bangsa Turki yang diisolir oleh tembok atau benteng tinggi yang dibangun oleh Dzul Qarnain. Magogh bin Yafet bin Nuh bin Lamik.

2. Populasi

Ya’juj dan Ma’juj adalah dua bangsa yang jumlahnya sangat besar, perbandingannya adalah 1:999 dengan manusia umumnya. Mereka juga disebutkan sebagai mayoritas penghuni neraka, dan disebutkan berada dekat pada masa Nabi Musa berdakwah. Abdullah bin ‘Amr berkata bahwa salah seorang dari mereka tidak akan mati kecuali setelah memiliki keturunan sejumlah seribu atau lebih.

3. Wujud

Meskipun berasal dari jenis manusia, mereka memiliki sifat khas yang berbeda. Ciri utamanya adalah sebagai perusak dengan jumlah yang sangat besar. Ketika mereka turun dari gunung, mereka seperti air bah yang mengalir, tidak pandai berbicara, bermata kecil, berhidung kecil, muka lebar, kulit merah, dan wajahnya seperti perisai.

4. Lokasi

Sebuah lukisan Iran kuno dari abad ke-16 menggambarkan pembangunan tembok. Lukisan ini diilhami dari Al-Quran, di mana manusia membangun tembok untuk menghalangi serangan Ya'juj dan Ma'juj.

Raja Zulqarnain, dalam perjalanannya, tiba di antara dua gunung. Di sana, dia bertemu dengan suatu kaum yang berbicara dalam bahasa yang tidak dikenal baginya. Kaum tersebut mengatakan bahwa mereka dalam bahaya karena Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka meminta agar Zulqarnain membangun tembok untuk melindungi mereka dari ancaman tersebut. Zulqarnain pun memenuhi permintaan mereka.

Menurut Al-Quran, Ya'juj dan Ma'juj diisolasi di antara dua gunung oleh Zulqarnain dan kaum terpencil yang meminta bantuannya. Mereka juga meminta Zulqarnain membangun dinding pembatas agar kedua suku tersebut tidak dapat keluar dan menimbulkan kekacauan lagi. Meski demikian, pada akhirnya mereka akan berhasil menembus dinding tersebut.

a. Asia Barat

Menurut Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di, Ya’juj Ma’juj terletak di belakang pegunungan Qoqaz (Kaukasus). Beberapa pendapat menyebutkan bahwa pegunungan ini menjadi "benteng" bagi mereka. Pegunungan ini membentang dari Laut Hitam hingga Laut Kaspia sepanjang lebih dari 1.200 km, dengan pengecualian celah Darial (terletak di Georgia) yang sempit sepanjang kurang lebih 100 meter.

Celah Darial diduga menjadi lokasi pembangunan penghalang oleh Ya'juj dan Ma'juj. Sebagian orang berpendapat bahwa tembok ini kini telah tenggelam dan berada di Azerbaijan dan Armenia, terutama di pegunungan yang sangat tinggi dan keras. Tembok ini berdiri kokoh di antara dua pegunungan tinggi seakan-akan membentuk jalur sempit. Lokasi ini tercatat dalam peta-peta Islam dan Rusia, terletak di Republik Georgia.

b. Asia Tengah

Menurut Al-Lajnah Ad-Da`imah, mereka ini tinggal di benua Asia bagian utara Cina. Sementara itu, menurut Syaikh bin Baz, ia berkata mengenai lokasi Yajuj Majuj letaknya ada di arah timur dan mereka adalah Bangsa At-Turk (Mongol) yang juga termasuk kedalam bangsa itu juga.

Abdullah Yusuf Ali dalam tafsir “The Holy Qur’an” kemudian menuliskan bahwa di distrik Hissar, Uzbekistan, 240 km di sebelah tenggara Bukhara, terdapat celah sempit di antara gunung-gunung batu. Letaknya, berada di jalur utama antara Turkestan ke India dengan koordinat 38oN dan 67oE.

Tempat ini bernama “Buzghol-Khana” dalam bahasa Turki, sedangkan orang Arab-nya menyebutnya dengan nama “Bab al Hadid”. Sementara itu, bangsa Persia menyebutnya “Dar-i-Ahani”, dan Cina menamakannya “Tie-Men-Kuan” yang kesemuanya memiliki arti “Pintu Gerbang Besi”.

Demikian pembahasan tentang Yajuj Majuj beserta dengan ciri-cirinya. Semoga semua pembahasan di atas bisa bermanfaat dan juga menambah wawasan bagi pembaca.

Post a Comment

Post a Comment